Tantangan dan Solusi Koperasi Indonesia
Abstract
Perkoperasian Indonesia yang dideklarasikan di Tasikmalaya pada tanggal 12 Juli 1947 yang kemudian hari tersebut diperingati sebagai Hari Koperasi, hingga saat ini telah mengalami pasang surut dalam perkembangannya. Gambaran secara rinci pasang surut perkembangan gerakan koperasi di Indonesia telah dipaparkan pada tulisan pada bab-bab sebelumnya. Namun satu hal menarik diungkapkan adalah gerakan koperasi Indonesia sempat “berjaya” pada masa Pemerintahan Orde Baru, karena saat itu Presiden Soeharto mencanangkan program unggulan (prioritas) dalam program pembangunan Indonesia mencakup tiga sector unggulan yang terintegrasi, yaitu Pertanian, Koperasi dan Keluarga Berencana yang kemudian disingkat dengan Pertasi Kencana. Program unggulan ini yang dilakukan secara sentralistik gaya Orde Baru ternyata kemudian menunjukkan keberhasilannya, dan mendapat pengakuan dan penghargaan dari dunia atas keberhasilan pembangunan pertanian, kependudukan dan perkoperasian. Bahkan untuk bidang pertanian dan kependudukan Indonesia mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
References
Dekopin, 1997, Koperasi Indonesia menghadapi abad ke-21. Penerbit DEKOPIN
Djabarudin Djohan dan Robby Tulus, 2020, Koperasi Indonesia, Belajar dari Masa Lalu, menatap masa depan, Penerbit LSP21
Kementerian koperasi dan UKM, 2020, Data Koperasi dan UKM Semester 1 2020 (diolah)
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), https://kbbi.kemendikbud.go.id
Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Koperasi dengan Model Multi Pihak.
Supinah, 2022, Ketahanan Emosional; Kemampuan yang Harus Dimiliki, Praya: P41
Wawan Lulus Setiawan, Kumpulan Laporan Lokakarya LFA Pengembangan Koperasi pada berbagai koperasi di Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Book Chapter Universitas Koperasi Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.